20 April 2016

Luka Bumi


Luka Bumi

Membara pada luka menganga
Meranggas oleh panas cakrawala
Menghitam legam jadi arang
Menghilang karena kerakusan

Lubang meraksasa oleh nafsu manusia
Langit kelabu penuh debu
Udara disesaki karbon menusuk paru-paru
Hujan pun kehilangan kesegaran

Hati terpenuhi api menguasai
Jiwa terjejali ambisi 
Manusia lupa akar semesta
Luka bumi semakin menganga

Panas di ujung kepala
Akhir kehidupan alam raya
Manusia terpaku menangisi kerakusannya

SB
20/04/2016

19 April 2016

Mulutmu Tak Beretika

Mulutmu Tak Beretika


Mulutmu kehilangan etika
kau nodai kata-kata dengan busa
kau ciderai aksara yang harusnya lembut suara



Mulutmu memaki Ibu kehidupan
menguarkan aroma busuk kedengkian
kau pikir kau Tuan kehidupan ?



Mulutmu bersuara binatang
kau jalang mencaci perempuan
lihat Anak kehidupan terlelap di pangkuan
kau mengaburkan mimpi indahnya



Mulutmu tak beretika
Mulutmu akan membusuk perlahan
Mulutmu akan terbungkam kematian



Ibu kehidupan akan bertahan hidup tanpa Tuan
Tuan, perlahan mati kesepian tanpa perempuan
Anak kehidupan biarlah hidup dengan kebahagiaan
Karena semua makhluk berhak untuk bahagia



SB
19/04/2016



18 April 2016

Pada Suatu Waktu

Pada Suatu Waktu


Pada suatu waktu
kita tak perlu bicara apapun
kita hanya perlu diam
tanpa kata dan suara



yang ragu akan menemukan keyakinan
yang luka akan mencipta bahagia
yang mati akan menemukan hidup kembali



pada suatu titik
kita tak perlu mengambil keputusan
kita hanya perlu diam
tanpa tindakan dan menikmati alur kehidupan



SB
16/04/2016

9 April 2016

Negeriku Tercinta


Negeriku Tercinta

Alam raya negeri kita kaya
Tanah luas di penjuru nusantara
Sumber air melimpah di bumi kita
Hutan terhampar sepanjang katulistiwa

Tapi mengapa...
Tanah kita jadi beton-beton raksasa
Air kita dikuasai pengusaha
Hutan hancur oleh kerakusan manusia

Tapi mengapa...
Rakyat negeri ini kehilangan tanahnya
Rakyat harus membeli air demi hausnya
Rakyat kehilangan teduh nusantara

oh...negeri kaya raya
oh...negeriku tercinta

SB
09/04/2016

6 April 2016

Api Diri Dalam Waktu


Api Diri Dalam Waktu

Bunuh keraguan di ujung senja
Dengan rona jingga keyakinan
Biarkan darah keberanian terus mengalir
Membunuh denyut ketakutan pada nadi kehidupan
Bersahabat dengan gelap
Perlahan ambil setitik terang
Dari lubuk jiwa purba manusia
Sepercik demi sepercik sampai api tercipta
Menjadi cahaya membanjir ke dalam tubuh waktu


SB
2016

1 April 2016

Disini Sungai Kehidupan Kami

Disini Sungai Kehidupan Kami

Disini, di tanah ini benih kami tumbuh
benih hidup yang tumbuh di jiwa dan raga kami
padi-padi itu adalah tetes-tetes keringat
tetes keringat itu adalah aliran darah
aliran darah itu adalah sungai kehidupan kami

Disini, di tanah ini pagar logam ditanam
mengurung benih hidup kami
memisahkan jiwa dan raga kami dari aliran darahnya
tetes keringat itu kini berubah jadi tetes air mata
air mata jiwa yang akan terus mengalir
sebagai perlawanan pada keserakahan
sampai keadilan ditegakkan
menjadi tugu kebenaran

SB
01/04/2016

(Panjang umur perlawanan untuk Batang)