25 Juli 2012

Trip Backpacker Kusam ke Sumbawa-Lombok-Bali Part 2 : Menjelajah Rimba Tambora

Senin, 11 Juni 2012 pukul 06.00 WITA kami bangun dari tidur yang cuma sekitar 3 jam. Pagi itu kami sempat pergi ke Pasar Besar Dompu membeli logistik untuk pendakian Gunung Tambora. Pulang dari pasar kami mampir ke warung soto dekat Gedung Pemuda untuk packing. Di sini kami sempat ditemui oleh Bang Ade dari Humpa (salah satu organisasi Pecinta Alam di Dompu). Bang Ade memberi kami informasi tentang Tambora.

Pukul 11.30 kami meninggalkan Gedung Pemuda, dari sana kami naek angkot warna kuning menuju Terminal Dompu dengan ongkos @Rp.5.000,00. Pukul 12.30 kami sampai di terminal, di sini kami bertemu dengan rombongan pendaki dari Bima (NTB) dan Padang (Sumbar). Kami pun gabung dengan mereka untuk menunggu bis.  Baru sekitar pukul 15.00 bis jurusan Calabai siap berangkat, bis inilah yang akan mengantar kami ke Desa Pancasila dengan ongkos Rp.30.000, 00. Bisnya sudah penuh dengan muatan penumpang dan barang, sehingga kami pun harus duduk  di bagian atas bis. Ternyata hal ini sudah biasa di sini. Belum lama berjalan, di sebuah pertigaan  bis yang kami tumpangi  ini bertabrakan dengan angkot.  Alhamdulilah ga terjadi apa-apa, hanya saja bis sempat berhenti. Setelah berhenti cukup lama akhirnya bis melanjutkan perjalanannya pukul 16.00.

bis dari Dompu-Pancasila
Perjalanan menuju Desa Pancasila sangatlah jauh. Jalannya naek turun melewati perbukitan, sebagian jalan sudah diaspal tapi kebanyakan masih jalan tanah dan batu yang sangat berdebu. Tetapi pemandangan sepanjang perjalanan ini cukup indah, di sebelah kiri kami disuguhi lautan yang biru, sementara di sebelah kanan terlihat Gunung Tambora. Bahkan kami juga melewati sebuah padang rumput yang luas, di sini banyak ternak penduduk seperti sapi, kerbau dan kuda yang dibiarkan merumput secara liar. Aku sempat berpikir tempat ini sama seperti Afrika, hehe… Setelah hampir 5 jam perjalanan kami pun sampai di di Desa Pancasila sekitar pukul 21.30 . Kami diturunkan di depan basecamp K-PATA, di sini kami melapor ke Bang Ipul,pengurus basecamp.

Di Gunung Tambora pendaki yang belum pernah mendaki di sini diwajibkan untuk didampingi guide. Aku dan Budi beruntung karna bergabung bersama teman-teman Londa dari Bima yang sudah pernah mendaki Tambora, sehingga kami tidak perlu mencari guide. Malam itu kami langsung melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki, karna Desa Pancasila adalah titik awal pendakian. Setelah sekitar 1 jam berjalan melewati perkebunan kopi, kami sampai di sebuah rumah pondokan pekerja perkebunan kopi ini. Teman-teman dari Bima sudah kenal dengan pemilik rumah jadi kami diijinkan menginap. Usai beristirahat sebentar  kami masak untuk makan malam bersama. Baru sekitar pukul 00.00 kami tidur. Hari yang melelahkan dalam perjalanan menuju kaki Tambora. 
siap2 naek tambora

12 Juni 2012 pukul 06.30 kami baru bangun. Kegiatan pagi itu : cuci muka, gosok gigi, masak, sarapan, packing. Pukul 09.00 kami baru start naek dari rumah pondokan melewati perkebunan kopi. Jalanan masih lebar, baru setelah masuk hutan jalan mulai rapat. Hutan Tambora memang masih cukup rimbun dengan pohon-pohon yang besar. Di jalur menuju pos 1 ini kami melewati pipa air. Setelah hampir 2 jam berjalan, pukul 11.00 kami tiba di Pos 1. Di sebelah kiri pos ini ada sumber air dari pipa yang ditampung sebuah bak. Setelah istirahat sebentar dan mengisi bekal air minum kami pun melanjutkan perjalanan pada pukul 11.30. Hutan di jalur menuju Pos 2 semakin rapat, kami harus sering merunduk untuk menghindari ranting-ranting pohon. Jalannya naek turun tidak terlalu menanjak, kebanyakan landai. Baru setelah turunan yang curam kami sampai di Pos 2 sekitar pukul 13.30. Ada sebuah shelter bivak dengan atap dari seng di sini. Di depan pos ini ada sungai sebagai sumber air. Kami istirahat cukup lama di sini untuk makan snack siang kami. Baru sekitar pukul 14.15 kami melanjutkan perjalanan.


pos 1
pos 2
Setelah melewati sungai, jalur mulai menanjak dan terjal. Menuju pos 3 ini kami melewati perbatasan antara hutan tropis dan hutan cemara gunung. Hampir dua jam berjalan melewati jalur yang naek-turun kami pun tiba di Pos 3 sekitar pukul 16.30. Di Pos ini ada sebuah shelter dari kayu yang masih bagus. Di pos 3 ini juga ada sumber air, tapi jaraknya lumayan jauh, kami harus turun ke kanan dari depan pos ini sekitar 15 menit. Kami memutuskan camp di Pos 3 sore itu dan akan melanjutkan perjalanan ke Puncak pada tengah malam. Selesai makan malam teman-teman yang lain beranjak tidur, sementara aku dan Budi tidak bisa tidur. Sampai sekitar pupuk 23.00 setelah packing kami melanjutkan perjalanan. Tenda kami tinggal dan hanya membawa daypack untuk snack dan air minum. 
pos 3

ngecamp d pos 3

Jalur menuju Pos 4 tidak terlalu menanjak, tapi di sini kami harus hati-hati dengan tumbuhan penyengat/jelatang yang tumbuh di sepanjang lintasan. Setelah 1 jam berjalan kami tiba di Pos 4 kemudian melanjutkan perjalanan.  Mendekati Pos 5 tanaman jelatang mulai berkurang. Kira-kira pukul 01.00 WITA  tanggal 13 Juni 2012 kami sampai di Pos 5. Di sebelah kanan pos ini juga terdapat sumber air. Malam itu dari Pos 5 terdengar suara gemuruh angin di atas, sepertinya di atas sedang terjadi badai. Akhirnya kami putuskan istirahat di Pos 5 sambil menunggu pagi. Semalaman aku ga bisa tidur, hanya duduk-duduk di dekat api unggun sampai pagi.
pos 5

Pukul 06.00 kami melanjutkan pendakian dari Pos 5. Langit sudah mulai terang, pemandangan Gunung Rinjani di kejauhan terlihat indah. Di bawah juga terlihat lautan dan Pulau Satonda.  1.5 jam kami berjalan akhirnya kami tiba di batas vegetasi, hanya ada beberapa pohon cemara di sini. Angin masih berhembus sangat kencang, bahkan sesekali kami harus merunduk karna angin terlalu kencang. Selepas batas vegetasi medan mulai semakin curam, trek pasir dan bebatuan terus menanjak. Tapi mendekati bibir Tambora jalur mulai landai. Kami hanya finish sampai di bibir kawah sekitar pukul 09.00 karena angin masih sangat kencang dan menerbangkan pasir mengenai mata kami, makanya kami tidak meneruskan perjalanan ke Puncak. Kami berdecak  kagum melihat kawah Tambora yang sangat besar dan luas. Kami tak bisa membayangkan betapa dahsyatnya  letusan Tambora yang bersejarah itu, Allohuakbar… 
trek stelah batas vegetasi

rame-rame

aku

kawah gn.tambora

Usai melihat kawah dan foto-foto kami pun turun kembali.  Pukul 13.00 kami sampai di tempat camp Pos 3. Sehabis makan siang dan packing, pukul 15.00 kami memulai perjalanan turun. Seperti pada saat perjalanan naik, kami pun harus sering merunduk untuk menghindari ranting.  Perjalanan turun memakan waktu yang cukup lama karena salah satu teman kami kakinya sakit. Pukul 21.30 kami akhirnya sampai di rumah pondokan perkebunan kopi.  Seusai istirahat,makan malam dan mandi kami semua tidur pulas malam itu karna kecapean.

14 Juni 2012 pukul 07.00 WITA aku baru bangun. Teman-teman yang lain bahkan baru bangun pukul 09.00. Sehabis sarapan, pukul 10.00 aku mulai packing tapi baru sekitar pukul 12.00 kami mulai jalan untuk turun ke Desa Pancasila. Setelah melewati perkebunan kopi pukul 13.30 kami sampai di Desa Pancasila dan mampir dulu di rumah Om Bek. Beliau adalah salah satu tokoh pendaki di desa itu. Sepertinya Om Bek ini memiliki indra keenam, sebab beliau tau kejadian-kejadian yang kami alami selama di Gunung Tambora. Contohnya, beliau menebak kalau salah satu dari kami ada yang bermimpi bertemu seorang wanita di Pos 5. Ternyata yang dimaksud Om Bek benar. Salah satu teman, yaitu Tanjung bercerita bahwa sewaktu di Pos 5 dia memang bermimpi ketemu seorang wanita, dan wanita itu berkata padanya bahwa jika kami melanjutkan perjalanan ke Puncak, maka akan ada salah satu dari kami yang jatuh ke kawah. Aku kaget mendengar cerita itu, antara percaya dan tidak. Tapi mungkin ada hikmah dari keputusan kami saat itu untuk tidak lanjut ke Puncak. Hanya Tuhan yang tahu. Tambora memang menyimpan berbagai misteri. 
aku-Chamen-Bhecex-Budi-Ape-Ozie-Tanjung

Ucapan terimakasih untuk Allah SWT. Untuk Budi, teman perjalanan yang nyantai. Teman-teman dari Bima : Bhone, Chamen, Ozie, Bhecek, Ringgo. Teman dari Padang : Ape dan Tanjung.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih telah berkunjung. Mari budayakan berkomentar :)