25 Juli 2012

Trip Backpacker Kusam Ke Sumbawa-Lombok-Bali Part 4 : Mendaki Rinjani, Puncak Tertinggi Pulau Lombok

Di markas PMI Selong kami memanfaatkan waktu untuk istirahat. Tapi di sela-sela istirahat kami juga sempat maen ke Sekre Oasistala, organisasi Pecinta Alam nya Loker , jalan-jalan di alun-alun dan taman kota Selong yang asri serta pergi ke Pasar tradisional Selong untuk membeli logistik pendakian. Di PMI aku juga sempat mencuci pakaianku yang kotor.  Baru pada senin 18 Juni 2012 setelah sarapan, kami berlima (aku, Budi, Tanjung, Ape, Loker) berangkat dari PMI Selong menuju Pasar Aikmel naik carry dengan ongkos @Rp.6.000,00 . Pukul 07.30 kami sampai di Pasar Aikmel, dari sini naik mobil pick up ke Sembalun dengan ongkos Rp.15.000,00 dan tiba di Pos Perijinan Sembalun pukul 09.30. Kami kemudian turun untuk mendaftar pendakian dengan biaya @Rp.10.000,00. Dari sini kami diantar oleh sopir pick up ke titik awal pendakian kami di Jalur Bawa Naong. Kami tidak mendaki lewat pintu gerbang Sembalun tapi lewat jalur Bawa Naong karna rekomendasi dari Loker kalo jalur ini lebih cepat untuk menghemat waktu dan tenaga. Sembalun sendiri adalah daerah yang cukup indah dikelilingi bukit-bukit Rinjani. Usai menyiapkan perbekalan air kami pun memulai pendakian gunung Rinjani sekitar pukul 10.00.
start jalur bawa naong

trek awal

Jalur pendakian dari sisi timur Rinjani ini memang terkenal dengan medan sabananya yang sangat terbuka. Terik panas matahari tak bisa dihindari, tapi pemandangan Gunung Rinjani yang terlihat indah cukup memberi kami semangat. Setelah 1 jam berjalan kami sampai di pertigaan dekat jembatan, ini adalah pertemuan jalur dari Bawa Naong dan Gerbang Sembalun. Kami melewati beberapa sungai kering dan jembatan sebelum akhirnya tiba di Pos 1 pada pukul 12.00. Pos 1 ini terletak di tempat terbuka dan panas oleh terik matahari, makanya kami hanya istirahat sebentar dan kembali melanjutkan perjalanan setelah dirasa cukup.
jembatan sebelum pos 1

pos 1


Menuju pos 2 jalur masih terbuka melewati perbukitan. Pukul 12.30 kami tiba dipos 2 yang berada di sebelah kiri jembatan. Di bawah jembatan ini adalah sungai kering, tapi masih terdapat beberapa genangan yang menjadi sumber air. Di pos ini kami masak untuk makan siang, baru setelah itu melanjutkan perjalanan lagi. setelah pos 2 ini jalur sedikit menanjak, sebelum sampai di Pos 3 kami terlebih dahulu melewati pos extra. Di dekat sinilah terdapat sumber air berupa genangan. Pukul 15.15 kami tiba di Pos 3 dan memutuskan untuk camp di sini malam ini. Pos 3 ini berada tepat di samping sebuah sungai kering. Setelah buka tenda kami langsung mulai acara masak-masak, hehe..Kali ini menu makan malam telor dadar, mie goreng dan ditambah rendang sapi yang dibawa teman-teman Padang. Sekitar pukul 22.00 kami mulai beranjak tidur.
pos 2

camp d pos 3

19 Juni 2012 pukul 06.30 kami bangun, pemandangan pagi lumayan indah dari Pos 3. Langit biru, cahaya matahari sedikit tertutup bukit, bahkan suara lolongan anjing hutan yang terdengar seperti suara srigala pun turut menyambut pagi. Habis sarapan dan packing, pukul 09.00 kami start dari Pos 3 menuju pelawangan Sembalun. Medannya berupa tanjakan-tanjakan yang berbukit. Butuh sekitar 4 jam untuk kami sampai di Pelawangan Sembalun. Pukul 13.00 kami sampai dan langsung disambut gerimis. Tenda kami buka, setelah gerimis reda kami segera mengambil air, tempatnya turun ke arah kiri dari jalur pendakian. Kegiatan sore itu hanya masak lalu makan malam. Dan kami baru tidur pukul 21.30


plawangan sembalun
20 Juni 2012 pukul 01.30 alarmku berbunyi, aku pun segera bangun dan siap-siap untuk summit attack. Setelah makan sedikit roti dan minum susu hangat, pukul 03.00 kami pun berangkat untuk naik ke Puncak. Keadaan masih berkabut sehingga kami harus extra hati-hati karena medan yang kami lewati adalah sebuah punggungan sementara di kanan-kiri adalah jurang. Trek di jalur ini berupa pasir dan kerikil-kerikil, semakin ke atas medan terus menanjak. Banyak pendaki lain yang mendahului kami, mereka semua adalah turis asing yang didampingi guide lokal, tampaknya kali ini hanya kami pendaki asli Indonesia.  Setelah hampir 4 jam mendaki, akhirnya kami sampai di Puncak Gunung Rinjani pada pukul 07.00. Ini adalah tanah tertinggi di Pulau Lombok dengan ketinggian 3726 Mdpl.

Matahari tertutup awan, tapi pemandangan Segara Anak  terlihat sangat indah dengan airnya yang tenang dan berwarna hijau, membuat kami takjub. Di sisi timur danau terdapat gunung Barujari masih aktif. Di kejauhan juga terlihat lautan dan Gili-Gili yang berjejer, yaitu Gili Air, Gili Meno dan Gili Terawangan. Gunung Agung di sebelah barat juga terlihat dari Puncak Rinjani ini. Sementara di sebelah timur terlihat Gunung Tambora.  Sungguh indah pemandangan alam ciptaan Tuhan ini. Rinjani memang memiliki daya tarik yang sangat besar bagi wisatawan lokal maupun mancanegara untuk berkunjung ke Lombok.  Bahkan kebanyakan yang mendaki Rinjani adalah turis asing, seperti saat pendakian kami kali ini yang didominasi pendaki asing.
danau segara anak

aku d puncak rinjani


Pukul 07.30 kami turun dari Puncak dan sampai di Pelawangan Sembalun pukul 09.00 kemudian langsung masak untuk sarapan. Oh iya, satu hal yang harus diperhatikan di Pelawangan Sembalun adalah kita harus hati-hati dengan monyet-monyet di sini, apalagi kalo mereka mencium bau makanan pasti langsung mendekat.  Usai sarapan dan packing pukul 11.30 kami turun ke Segara Anak, tapi kali ini Loker tidak ikut bersama kami, dia turun kembali lewat jalur Sembalun sementara kami berempat turun ke Segara Anak. Medan turun menuju Segara Anak cukup curam, trek berupa bebatuan. Suasana saat itu masih berkabut. Butuh sekitar 2,5 jam untuk sampai di Segara Anak. Pukul 14.00 kami sampai di tepian Segara Anak dan langsung disambut hujan. Kami langsung membuka flyset  untuk berteduh sementara waktu sembari menunggu reda. Pukul 16.30 kami baru membuka tenda, sudah banyak tenda-tenda lain  yang berada di sini dari kemarin. Di sini kami bertemu pendaki  dari Jakarta, Malang, Semarang dan ada juga dari Solo. Aku senang bertemu pendaki dari Negara sendiri karna selama perjalanan  naik yang kami temui kebanyakan turis asing. Sore di Segara Anak masih berselimut kabut. Kami hanya duduk-duduk di dalam tenda sambil masak untuk makan malam. Setelah makan dan puas ngobrol dengan teman-teman, pukul 23.00 aku baru tidur.
camp d tepi danau segara anak


21 Juni 2012 pukul 05.30  aku sudah bangun. Pukul 06.00 aku mengajak Budi untuk mengambil air ke sumber air yang berjarak tempuh sekitar 10 menit dari camp kami. Kami harus menyebrang untuk mencapai sumber air ini.  Kami harus berhati-hati ketika berjalan di setapak sekitar sungai karena banyak ranjau alias kotoran.  Setelah mengambil air kami mampir ke sumber air panas yang letaknya di pinggir sungai dan di sebelah air terjun. Aku dan Budi pun langsung berendam di sini, lumayan untuk membersihkan badan kami yang sudah berhari-hari tidak mandi. Berendam di kolam air hangat  di sebelah air terjun di tengah alam terbuka sungguh pengalaman yang indah. Pukul 08.00 kami kembali ke tenda dan jam 10.00 mulai masak untuk makan siang. Pukul 13.00 selesai makan kami jalan-jalan ke Goa Susu, tempatnya lumayan jauh, sekitar 30 menit dari Segara Anak. Goa Susu juga merupakan salah satu sumber air panas di Gunung Rinjani ini. Banyak kolam-kolam untuk berendam dengan kadar panas berbeda-beda. Pukul 14.30 kami sudah kembali ke camp di Segara Anak. Kami iseng-iseng mancing dan dapet 3 ekor ikan kecil. Ikan di danau Segara Anak ini memang sangat melimpah, banyak pendaki ataupun penduduk lokal yang sengaja datang untuk memancing. 3 ekor ikan tadi aku bakar untuk makan malam, lumayan untuk lauk, hehe..  Satu hari penuh kami menikmati keindahan Segara Anak dan sekitarnya.
mancing

mandi d kolam air hangat

goa susu

dapat ikan

bakar-bakar

22 Juni 2012 pukul 03.30 aku sudah bangun dan masak nasi goreng plus telor dadar. Pukul 05.00 aku bangunkan Budi untuk sarapan. Pukul 07.00 kami memulai perjalanan turun lewat jalur Senaru.  Pertama kami harus menyebrang sungai, terus melipir di tepian danau. Kemudian trek mulai dengan tanjakan-tanjakan yang melelahkan menuju Pelawangan Senaru hingga akhirnya tiba pukul 09.30 setelah melewati medan tanjakan. Di sini adalah tempat terakhir dimana kami bisa melihat pemandangan danau Segara Anak yang indah. Setelah Pelawangan Senaru medan mulai menurun, kemudian kami sampai di Pos cemara lima. Trek terus menurun, baru setelah pos 3 kami masuk daerah hutan yang cukup rimbun. Sepanjang perjalanan kami berpapasan dengan turis asing yang akan mendaki Rinjani. Akhirnya kami tiba di Pos Senaru pukul 14.00 terus jalan kaki turun dari Pos Senaru melewati jalan aspal menuju tempat wisata air terjun Sendang Gila. Kami masuk tempat wisata ini dengan retribusi @Rp.5.000,00. Debit air terjun ini sangat deras sampai aku tak kuat berdiri lama di bawahnya. Gunung Rinjani sungguh menawarkan berbagai pesona alam yang menarik.

dlihat dr plawangan senaru

sindang gila


Sepulang dari air terjun Sendang Gila kami berjalan turun ke rumah Bapak Amak Karim, beliau adalah salah satu guide dan porter  di Rinjani. Kami menginap di rumahnya atas rekomendasi  Bang Abdul, seorang guide juga, kenalan Ape dan Tanjung saat turun dari Segara Anak ke Senaru. Keluarga Bapak Amak Karim sangat ramah, di sini kami dijamu dengan makanan khas Lombok. Alhamdulillah, selama dalam perjalanan kami selalu bertemu dengan orang-orang yang baik. Semoga Tuhan membalas kebaikan mereka dengan berlipat ganda.
Loker Alfonso + aku 

teman dr malang+semarang

APe-Budi-Bp.Amak karim-aku-Tanjung-Ibu d belakang

Ucapan terimakasih :
Tuhan YME
Teman-teman perjalanan : Budi, Ape, Tanjung
Teman-teman PMI Selong Lombok Timur
Teman-teman Oasistala
Teman-teman dari Malang, Jakarta, Semarang, dll. yang bertemu kami di Segara Anak
Bang Abdul dan Bapak Amak Karim

Next part : Gili Terawangan



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih telah berkunjung. Mari budayakan berkomentar :)