1 September 2015

Mengalah



 “ Mengalah ternyata bukan berarti kalah. Bahkan itu suatu kemenangan. Kemenangan dari apa atau siapa ? Kemenangan dari sebuah perlawanan ego. Ego yang bisa menutup hati dari benar dan salah. Ego yang hanya mencari bahagianya sendiri. Ya, secara kasat mata, terlihat kalah memang. Dan karenanya kehilangan satu kebahagiaan, namun karenanya pula mendapat suatu kebahagiaan sejati : ketenangan dalam diri. Tidak ada lagi keresahan dan kekhawatiran. Yang ada tinggallah kepasrahan dan kembali berjalan. Kembali mencari hakekat-hakekat lain dalam hidup ini. Dan mungkin akan ada pertarungan kembali, melawan ego-ego lain yang masih samar tersembunyi.”
 (Batas-Catatan Kaum Kusam)





Seperti matahari yang mengalah pada malam

Seperti malam yang mengalah pada pagi

Seperti pagi yang mengalah pada
siang

Seperti siang yang mengalah pada senja

Seperti senja yang mengalah pada gelap

Seperti gelap yang mengalah pada terang

Seperti terang yang mengalah pada mendung

Seperti mendung yang mengalah pada hujan

Seperti hujan yang mengalah pada pelangi

Seperti pelangi yang mengalah pada cahaya

Seperti cahaya yang mengalah pada redup

Seperti redup yang mengalah pada sinar matahari


Malam, 01/09/2015