6 September 2015

Mengayuh




Kita…
Kawan…
Bukan siapa-siapa
Kita hanya manusia yang diberi anugerah kaki yang sehat


Kita…
Kawan…
Tak mempunyai apa-apa
Kita hanya punya sepeda sederhana


Kita…
Kawan…
Tak mampu berbuat apa-apa untuk dunia
Kita hanya mampu mengayuh untuk sedikit mengurangi polusi udara


Mengayuh ke tempat kerja
Mengayuh ke angkringan
Mengayuh ke tempat ibadah
Mengayuh untuk desa
Mengayuh untuk udara
Mengayuh untuk jiwa
Mengayuh untuk raga


Walau kadang dorongan angin melambatkan kayuhanmu
Gelap malam membatasi jarak pandangmu
Jalan menanjak memaksamu menuntun sepedamu
Turunan tajam kadang malah menakutkanmu
Terik mentari tak segan membakar kulitmu
Klakson truk dan bis bagai anjing yang menyalak mengagetkanmu


Walau peluh membasahi seluruh tubuhmu
Teruslah mengayuh kawan
Karena setiap kayuhanmu adalah kata-kata yang meronta
“Tolong selamatkan udara”


Mungkin semua itu tak berarti untuk semesta
Tapi kita tahu semua itu tentang  jiwa
Tak perlu berusaha menjadi berguna
Terus mengayuh saja untuk bahagia



Senja, 06/09/2015

Foto-foto : Mengayuh ke Curug Gedangsari-Gunung Kidul





Terima kasih Maha Pencipta atas kaki sehat yang Engkau cipta.