23 Juni 2015

Tetap Bersepeda

Walaupun saat ini bulan ramadhan, tak menyurutkan niat kami untuk tetap bersepeda. Setelah pulang kerja atau ketika hari libur, sesekali kami tetap meluangkan waktu untuk mengayuh pedal sepeda kami. Biasanya kami melakukannya sore hari, selepas ashar. Rute yang biasa kami tempuh adalah jalanan menuju Menara Pandang. Jarak yang tidak terlalu jauh dari rumah, hanya sekitar 5km tapi dengan beberapa tanjakan yang bisa membuat kita berkeringat. Kami tak pernah bosan mengayuh pedal di jalanan itu.

Untuk menunggu waktu berbuka puasa, bersepeda bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan bagi kami. Rasa haus atau lapar bisa terlupakan dengan mengayuh pedal. Walaupun kadang nafas sesekali tersengal. Bagiku bersepeda bukan hanya sekedar untuk menjaga kebugaran tubuh. Bersepeda juga bisa menyegarkan pikiran kita, yang mungkin lelah dengan rutinitas kerja sehari-hari. Bersepeda juga bisa mengingatkanku untuk tetap bersyukur. Aku masih mempunyai kaki yang sehat. Kaki yang masih bisa aku gunakan untuk bekerja. Kaki yang masih mampu untuk mengayuh sepeda. Kaki yang harus aku manfaatkan untuk melangkah melakukan hal-hal baik.

Bersepeda adalah kegiatan yang menyenangkan. Membahagiakan.
Karena bahagia itu sederhana.
  
para pengayuh

23/06/2015